Senin, 22 Oktober 2012

Kerendahan Hati Menbuka Pengetahuan Sejati

                             Kerendahan Hati Membuka Pengetahuan
Sejati
Salam kasih semua
Kerendahan
hati sangatlah penting. Kerendahan hati berarti ketiadaan ego. Ego berarti
ketiadaan kerendahan hati. Tanpa kerendahan hati, kitaakan menyebabkan banyak masalah dan sakit kepala kepada setiap orang,  Bahkan pada saat kita
ingin melakukan sesuatu yang baik, akan tetapi kita melakukannya dengan ego.
Hanya dengan cara yang kita pikirkan! Kita mengabaikan
orang lain. Kita tidak mempertimbangkan
yang lainnya. Ini bukan karena kita menginginkannya; akan
tetapi kita hanya hidup dengan cara
seperti itu. Ego kita membawa kita
ke dalam cara hidup tanpa pertimbangan semacam itu, dan kita
akan mengalami kesulitan untuk memahami perasaan atau kesenangan hidup orang
lain.  



Jadi, ego adalah musuh kita yang terburuk, lebih buruk daripada makan daging! Jika
orang telah membunuhnya dan kita memakannya, oke, kita mendapatkan beberapa karma, dan kita tidak mempunyai welas asih. Tetapi dengan ego, kita bahkan mengorbankan welas asih, karena kita tidak tahu lagi apa welas asih itu. Kita buta terhadap orang lain di sekitar kita, terhadap perasaan, emosi, dan kebutuhan mereka. Kita buta! Jika kita
mempunyai ego, maka kita hanya berpikir mengenai diri kita sendiri dengan cara yang kalian inginkan. Kita melakukannya dengan cara kita, dan kita tidak memikirkan alternatif lain. Kita tidak mempertimbangkan orang lain. Ego adalah sesuatu
yang berdiri di antara kita dan pengetahuan Tuhan yang
sebenarnya. Jadi, siapapun yang mempunyai ego besar, jangan menganggap diri kita pandai sama sekali! Kita
hanya mengulang seperti burung beo, belajar dari apapun yang kita ketahui. Tetapi kita
tidak sepandai itu.


Seseorang yang
benar-benar berpengetahuan tidak mempunyai ego. Setelah itu pengetahuan kita baru akan bersinar, dan kita melakukan segalanya dengan benar!
Hanya seperti itu. Jadi jangan takut akan bahaya atau masalah apapun – takutlah
terhadap ego kita. Ego itu apa? Darimana kita mempunyai ego? Ego berasal
dari kesan kehidupan di masa lampau, kebiasaan dan pergaulan yang terkumpul
sedikit demi sedikit, serta dari latar belakang. Jika kita belajar sesuatu dan kita menjadi mahir dalam hal itu, lalu kita belajar sesuatu yang lain dan kita menjadi mahir dalam hal itu, dan setiap
orang terus memuji kita, lalu dengan berlalunya waktu, kita menjadi terbiasa dengan pujian
sehingga ego kita tumbuh dan kita berpikir bahwa apapun yang kita lakukan adalah baik karena kita telah terbiasa menjadi orang yang
paling atas. Lalu kita tidak mempertimbangkan orang lain dan jadilah suatu
kebiasaan. Tapi ini semua sangat buruk untuk kita; maka, cobalah untuk
menghapusnya.


Hanya ketika kita menghapus ego kita,
maka pengetahuan kita akan benar-benar terbuka. Itulah
mengapa di zaman dahulu dikatakan, “Orang yang mengetahui tampak seperti orang
yang berpengetahuan rendah,” dia tampak seperti seseorang yang tidak tahu,
karena dia mungkin tidak memamerkan keahlian atau pengetahuan duniawinya. Dia
bahkan tidak ingin pamer! Jika dia mengetahui, dia tidak pamer. Baginya itu
tidak penting lagi. Hal yang terpenting adalah pengetahuan sejati Surgawi, pengetahuan sejati, asli, yang kita abaikan demi
belajar beberapa keahlian atau sesuatu di dunia ini, atau demi doktrin atau
kebijakan atau bakat istimewa, hanya untuk berada di posisi puncak dalam
masyarakat – mengorbankan Diri Sejati kita sendiri dan pengetahuan sejati yang
senantiasa kita miliki, hanya untuk menjadi orang hebat.

 
Jadi, mempunyai pengetahuan di dunia
ini bukanlah prioritas utama, sunguh. Tentu saja, pelajari apa yang kita bisa untuk bertahan hidup. Tetapi jika kita mengorbankan
pengetahuan sejati kita demi keahlian duniawi, maka itu sangat disayangkan. Itu
hanya akan meningkatkan ego kita, dan akan memisahkan kita lebih jauh dari
pengetahuan sejati kita – dari Dia yang mengetahui segalanya, Dia yang meliputi
semua tempat, dan Dia yang tidak pernah salah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar